Empat Detik Sebelum Tidur - Sang Perantara

Sepasang sejoli, menghangatkan diri
Dengan peluk mesra, cinta mereka
Oh prematurnya
Dengan sombong berdeklarasi
Tentang cinta mereka
Yang berkobar bagai api unggun di tepinya
Gelap mata, mengisolasikan diri
Dari dunia pelik api cinta akan diminta
Sosok pemuda berdiri menatap
Sebelah mata
Atmosphere romantisme, semu naif mereka
Sebab ia telah merasakan
Bringas api neraka itu
Mengunyah habis manisnya cinta
Atas nama surgawi cinta
Ketika siksa duka nestapa
Menanggalkan akal sehatnya
Buta kawan atau lawannya
Reff:
Jangan pernah, lupa diri
Menikmati anugrah tanpa berbagi
Karna karunia, yang menyinggahi
Tak untuk berakhir di dada sang perantara
Berkelana sembari sampaikan berikan
Ringankan tangan, wujudkan pada mereka
Yang bertanda
Bringasnya cinta mungkin tiada meronta
Andai kau karib dengan pria kecil
Di dalam dirimu
Kobarnya tak terasa panas
Bila logika, peduli dimana, kita harus berdiri
Malam bersenjata dingin dan sesaknya
Bertameng kabut magis, tak munafik
Memuja gelora
Hanya jangan terlena nyanyi dan tari
Suka cita semata, gelak tawa manusia
Terkadang sesatkan jiwa
Tunggal rasa, akal titian bersetubuh
Dalam larutnya warna, kaki tangan menopang siksa
Sakral lah jikalau patut, adanya dipunya bersih sucilah
Kebenaran serupa surga
Tercapailah bukit asmara
Reff:
Jangan pernah, lupa diri
Menikmati anugrah tanpa berbagi
Karna karunia, yang menyinggahi
Tak untuk berakhir di dada sang perantara
Berkelana sembari sampaikan berikan
Ringankan tangan, wujudkan pada mereka
Yang bertanda.....yang bertanda......yang bertanda

Tags: #EMPAT DETIK SEBELUM TIDUR #INDONESIA